Nama :
Ni Luh Sri Ariyanti
Nim : 13110111008
Fakultas : Ekonomika & Humaniora
Program Studi : Manajemen Perhotelan
Alamat : Jalan Raya Padang Luwih, Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Bali
Web : undhirabali.ac.id
Dosen Pengajar : Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A
Task 7 E-Commerce
Nim : 13110111008
Fakultas : Ekonomika & Humaniora
Program Studi : Manajemen Perhotelan
Alamat : Jalan Raya Padang Luwih, Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Bali
Web : undhirabali.ac.id
Dosen Pengajar : Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A
Task 7 E-Commerce
PERKEMBANGAN
E-RETAIL DI INDONESIA
E-retail adalah salah satu model
bisnis dari E-commerce
E-commerce
mulai berkembang di Indonesia sejak 1996, yang ditandai dengan berdirinya
Dyviacom Intrabumi. Selanjutnya muncul sebuah mall online yang disebut D-Mall
yang telah menampung 33 toko online. Dijaman globalisasi ini, e-commerce tidak
lepas dari yang namanya internet. Pengguna internet di Indonesia mencapai 63
juta pengguna atau sekitar 24,23 % dari jumlah penduduk Indonesia. Ini
menandakan pasar Indonesia masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, tingkat
kejahatan di Indonesia cukup tinggi, sehingga penggunaan E-commerce masih jarang
digunakan.
Melihat
dari perkembangan E-commerce di Indonesia , berbagai industri sedang
mempersiapkan diri untuk menghadapi era digital, salah satunnya adalah
perusahaan retail di Indonesia, PT. Mitra Adiperkasa (MAP). Chief Executive
Officer MAP Group, VP Sharma mengatakan perkembangan industri E-commerce di
Indonesia jadi salah satu alasan MAP mulai merambah bisnis toko online.
Perusahaan ritel berbagai produk gaya hidup ini meluncurkan toko online bernama
MAPemall.com.
Dengan
peluncuran situs barunya ini menurut Sharma pelanggan MAP dapat berbelanja
produk-produk MAP secara online dari mana pun diseluruh Indonesia. Keputusan
untuk merambah bisnis digital ini menurut Sharma adalah sebuah usaha untuk
memanfaatkan momen perkembangan industry E-commerce di Indonesia yang sedang
meroket.
“ini
adalah gerbang kami menuju era digital. Kita dihadapkan pada tantangan yakni
ada perubahan perilaku belanja di masyarakat, karena pengaruh era digital”.ujar
Sharma di Jakarta, kamis (18/2/2016). Dia melihat potensi E-commerece di
Indonesia sangat besar khususnya di masa mendatang. Menurut Sharma, potensi
E-commerce di Indonesia sangat menjanjikan karena nilainya diprediksi mencapai
24 miliar dollar AS pada tahun 2016 dan meningkat mencapai 130 miliar dollar AS
pada 2020. Selain itu, kata Sharma, jika mengutip data Asosiasi E-commerce
Indonesia, pertumbuhan masyarakat kelas menengah diprediksi akan meningkatkan jumlah pembeli online
hingga 10 juta pada 2016 dengan potensi transaksi hingga 20 trilliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar