Rabu, 08 Juni 2016

PERKEMBANGAN E-RETAIL DI INDONESIA



Nama  : Ni Luh Sri Ariyanti
Nim : 13110111008
Fakultas : Ekonomika & Humaniora
Program Studi : Manajemen Perhotelan
Alamat  : Jalan Raya Padang Luwih, Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Bali
Web
undhirabali.ac.id
Dosen Pengajar
Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, S.E., M.MA., M.A

Task 7 E-Commerce

PERKEMBANGAN E-RETAIL DI INDONESIA

E-retail adalah salah satu model bisnis dari E-commerce

E-commerce mulai berkembang di Indonesia sejak 1996, yang ditandai dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi. Selanjutnya muncul sebuah mall online yang disebut D-Mall yang telah menampung 33 toko online. Dijaman globalisasi ini, e-commerce tidak lepas dari yang namanya internet. Pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta pengguna atau sekitar 24,23 % dari jumlah penduduk Indonesia. Ini menandakan pasar Indonesia masih dalam tahap perkembangan. Selain itu, tingkat kejahatan di Indonesia cukup tinggi, sehingga penggunaan E-commerce masih jarang digunakan.

            Melihat dari perkembangan E-commerce di Indonesia , berbagai industri sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi era digital, salah satunnya adalah perusahaan retail di Indonesia, PT. Mitra Adiperkasa (MAP). Chief Executive Officer MAP Group, VP Sharma mengatakan perkembangan industri E-commerce di Indonesia jadi salah satu alasan MAP mulai merambah bisnis toko online. Perusahaan ritel berbagai produk gaya hidup ini meluncurkan toko online bernama MAPemall.com.
Dengan peluncuran situs barunya ini menurut Sharma pelanggan MAP dapat berbelanja produk-produk MAP secara online dari mana pun diseluruh Indonesia. Keputusan untuk merambah bisnis digital ini menurut Sharma adalah sebuah usaha untuk memanfaatkan momen perkembangan industry E-commerce di Indonesia yang sedang meroket.
“ini adalah gerbang kami menuju era digital. Kita dihadapkan pada tantangan yakni ada perubahan perilaku belanja di masyarakat, karena pengaruh era digital”.ujar Sharma di Jakarta, kamis (18/2/2016). Dia melihat potensi E-commerece di Indonesia sangat besar khususnya di masa mendatang. Menurut Sharma, potensi E-commerce di Indonesia sangat menjanjikan karena nilainya diprediksi mencapai 24 miliar dollar AS pada tahun 2016 dan meningkat mencapai 130 miliar dollar AS pada 2020. Selain itu, kata Sharma, jika mengutip data Asosiasi E-commerce Indonesia, pertumbuhan masyarakat kelas menengah diprediksi  akan meningkatkan jumlah pembeli online hingga 10 juta pada 2016 dengan potensi transaksi hingga 20 trilliun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar